Posted by: ristantoadi | February 23, 2009

SAINGAN PONARI!!! (ponari lagi nih gan )

PARA SAINGAN PONARI

Tadi baru aja beberapa menit yang lalu gw denger di SINDO ada sainganya Ponari!!!
iya sih emank males dimana2 ponari tapi buat info aja

dan nama sainganya itu adalah tet tet teeeeeeeeeeeeet~~~~

DEWI
langsung aja gw seach di internet dan gw gabungin dari berbagai sumber yang gw temuin
bocah berumur 12 tahun ini tinggal di Desa Brodot Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. hanya 10 kilometer dari tempat tinggal ponari!
menurut tetangga2nya Dewi juga menemukan sebuah batu didepan rumahnya yang jika dijauhkan selalu kembali persis seperti ponari.

Berbeda dengan Ponari yang mendapatkan batu setelah tersambar petir, Dewi menemukan batu sebesar ibu jari ketika hujan turun. Batu berwarna coklat tersebut karena berbentuk aneh segera diberikan kepada ayahnya, Slamet.
Pada saat itu, nenek Dewi sedang sakit panas. Oleh Slamet, batu ajaib itu kemudian ia rendah dan airnya diberikan kepada sang nenek. Dan simsalabim, sang nenek berangsur sembuh.

Berita kesembuhan sang nenek dengan cepat merebak seperti ketenaran Ponari. Puluhan orangpun segera berdatangan untuk mencari kesembuhan.

tapi dari browsing yang gw lakukan gw rada bingung, ada yang mengatakan Dewi Setiawati menggunakan batu dan ada yang mengatakan dia tidak menggunakanya.

Setelah mendapat kabar munculnya Dewi , Polres Jombang langsung menurunkan sejumlah aparat dari polsek setempat.

Petugas berinisiatif menjaga rumah yang kini digunakan sebagai tempat praktek oleh Dewi untuk mengantisipasi membludaknya calon pasien, layaknya yang terjadi di rumah dukun cilik Ponari.

Saat ini, sekira 2000 orang calon pasien mulai memadati rumah Dewi. Sejauh ini, situasi di lokasi masih aman dan tertib dan belum ada kekhawatiran akan terjadi kerusuhan.

Berbeda dengan yang terjadi pada pengobatan Ponari, antrean di praktik pengobatan Dewi cukup tertib karena hanya ada satu pintu masuk untuk warga yang ingin berobat.

Jika Ponari memberikan pengobatan dengan berkeliling menghampiri pasiennya, Dewi hanya berdiam diri di dalam rumah, sementara panitia membawa sebuah galon air untuk dicelupkan batu yang dianggap sakti itu.

Air dalam galon itu kemudian dituangkan ke sebuah tong besar di depan rumahnya, dan panitia kemudian membagikan air kepada para calon pasien.

Warga tidak dikenakan tarif khusus, namun panitia menyediakan sebuah kotak sumbangan di pintu keluar pasien.

Banyaknya pengunjung, membuat sejumlah calon pasien Dewi yang menggunakan kendaraan rela parkir dua kilometer sebelum rumah Dewi, dan melanjutkan dengan berjalan kaki ke rumah dukun cilik baru itu.

apa yang sebenernya terjadi di daerah jombang ya?? apa ada makhluk mistis yang lagi bagi2 hadiah ke anak2 yang baik ya

gw bener2 bingung sama orang2 yang mau berobat sama si Ponari maupun Dewi. apakah ini menunjukan kemiskinan yang membuat orang2 sampai harus mengantri berkilometer2 hanya untuk diobati gratis oleh anak2 yang memiliki “BAKAT” ini ….

IRFAN

BANGKALAN – Fenomena dukun cilik Ponari, asal Jombang, ternyata sudah mulai menjamur hingga di Kabupaten Bangkalan. Dikabarkan, dukun cilik yang satu ini sudah berhasil menyembuhkan ratusan pasien yang menderita berbagai macam penyakit seperti batuk, nyeri, kencing manis, dan paru-paru basah.

Identitas dukun cilik tersebut diketahui Irfan Maulana (6), warga asal Kampung Baru, Desa/Kecamatan Kamal, Bangkalan. Irfan yang masih tercatat sebagai siswa kelas 1, SDN Kamal 2 ini mampu mengobati sebanyak 30-50 pasien setiap hari. Tak pelak rumahnya yang tergolong sederhana tersebut, hingga kemarin dipadati pasien. Bahkan ada juga yang berasal dari luar Bangkalan.

Adapun cara pengobatan, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ponari yakni dengan dengan cara mencelupkan batu warna hitam, mirip dengan batu kali yang besarnya setara dengan bola ping pong. Batu tersebut kemudian dicelupkan ke dalam gelas yang berisi air, selang beberapa menit kemudian, air tersebut diminum oleh pasien yang datang berobat.

Hasil yang diperoleh, dari berbagai pengakuan pasien yang awalnya menderita sakit, ternyata langsung sembuh setelah minum air rendaman batu, yang juga mengeluarkan bau harum beraroma bunga tersebut.

“Setelah minum air rendaman batu milik Irfan (dukun cilik), ternyata penyakit kencing manis saya langsung sembuh,” terang Maryati, warga Desa/Kecamatan Kamal, Bangkalan, ditemui usai berobat di rumah dukun cilik, Jumat (20/2/2009).

Maryati mengaku kalau dirinya datang berobat ke dukun cilik tersebut, lebih dari dua kali. Saat pertama minum, memang masih tidak ada efek apa-apa. Tapi setelah ketiga kalinya mulai ada efek dan penyakit yang diderita berangsur-angsur sembuh.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Hosen, warga Desa/Kecamatan Konang Bangkalan. Pasien yang satu ini mengaku, penyakit pegal linu dan asam urat yang dideritanya ternyata hilang setelah minum air celupan batu milik Irfan. Padahal, sebelum minum air “sakti” tersebut, penyakitnya sering kambuh di malam hari.

“Sejak berobat ke sana (Irfan), rasa sakit sudah tidak lagi datang. Sebaliknya, badan terasa enteng,” ungkapnya.

Sementara itu, Nur Hasanah, 40, orang tua dukun cilik Irfan, menyatakan bahwa batu warna hitam yang mengeluarkan bau harum tersebut, didapat setelah putra sulungnya memperoleh firasat yakni setelah mimpi didatangi oleh tiga pria dengan memakai kain surban, tepatnya Kamis 13 Februari malam kemarin.

Kemudian, salah satu dari pria yang datang tersebut memberikan uang pada Irfan senilai Rp1.000, dan berkata kalau uang tersebut diminta untuk dibelikan air mineral. Saat uang tersebut diterima oleh Irfan, ternyata langsung berubah menjadi batu hitam dan seketika itu pula disertai pesan agar dijadikan media untuk pengobatan segala macam penyakit.

“Saat bangun tidur, ternyata batu hitam tersebut sudah ada di tangan kanannya (Irfan),” ujar Hasanah.

Setelah mendengar cerita dari Irfan, dia langsung mempraktekkan pada salah satu tetangga yang mengalami sakit nyilu selama satu tahun lebih. Hasil yang diperoleh, ternyata air celupan batu hitam itu manjur dan tetangga yang lain langsung meminta pengobatan yang sama dengan meminum air yang dicelupkan dengan batu.

Hasanah mengaku, setidaknya sudah ada sekitar 300 orang pasien yang datang berobat. Kebanyakan dari mereka mengaku penyakitnya sudah sembuh setelah minum air celupan batu milik putranya. Bahkan ada yang datang berulang-ulang dan berasal dari luar Pulau Madura.

Ditanya soal tarif, dia mengaku tidak berani memasang harga untuk pasien yang datang berobat, sebaliknya hanya bersifat ala kadarnya dan yang penting ikhlas. “Tarif seiklasnya saja, terkadang ada yang kasih Rp1.000 dan ada juga yang beri Rp5. 000,” tambahnya.

Hasanah berharap, penemuan tersebut tidak menjadi polemik dan membuat orang resah, hingga antre seperti yang terjadi di rumah Ponari, asal Jombang. Sebaliknya, dia hanya menginginkan agar warga yang ingin berobat agar tidak bersama-sama, sehingga terlihat banyak antrean


Siti Nur Rohmah

JOMBANG – Warga Jombang, kembali dihebohkan penemuan batu oleh seorang ibu rumah tangga yang sedang mengantarkan anaknya sekolah di kawasan Dayu, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (20/2).

Lembaga Kelompok Bermain Al Asna, kini dipadati ratusan orang setelah Siti Nur Rohmah (35), ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Tambakasri I-13, Jombang, itu menemukan batu pualam berbentuk pipih.

Menurut penuturannya, batu itu ditemukan di depan selokan Al Asna saat mengantar anaknya ke sekolah itu sekitar pukul 07.30 WIB.

“Dari selokan itu terdengar suara perempuan yang meminta tolong untuk diselamatkan,” katanya saat ditemui di Mapolsekta Jombang.

Ia menceritakan, sejak keluar dari rumah, suara itu terngiang di telinganya. “Yang paling keras suara itu saya dengar di depan sekolah anak saya tadi. Setelah saya dekati, ternyata batu dalam keadaan tebungkus kain ini,” katanya sambil menunjukkan batu yang dianggapnya ajaib itu.

Batu itu kemudian dimandikan dan digunakan untuk mengobati giginya yang sakit. “Sudah empat hari ini gigi saya sakit, Alhamdulilah sekarang sudah sembuh setelah saya gosok batu ini,” kata istri seorang pelayan toko elektronik di Mojokerto itu.

Sejak penemuan itu terdengar luas di masyarakat, rumah Siti Nur Rohmah di Perumahan Tambak Asri, Kelurahan Tunggorono, Jombang, mulai dipadati warga.

Kepala Kelurahan Tunggorono, Kislan, mengaku, dialah yang membawa warganya itu ke Mapolsekta Jombang.

“Kami khawatir terjadi apa-apa padanya. Oleh sebab itu dia langsung kami bawa ke kantor polisi,” katanya saat mendampingi Rohmah di Mapolsekta Jombang.

Hingga kini ibu rumah tangga itu masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang Unit Reskrim Polsekta Jombang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: