Posted by: ristantoadi | February 22, 2009

F-16 tni-au cegat hornet (4 juli 2003)

Kronologis Kronologis pencegatan Hornet oleh F16 TNI AU

Sebanyak dua jet tempur F-16B (TS-1602 dan TS-1603) Fighting Falcon asal Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi mencegat lima F/A-18 Hornet AL AS yang berpangkalan di kapal induk. Pencegatan ini terjadi kemarin (Kamis, 3 Juli) pada pukul 17.20 Wib di wilayah udara sekitar Pulau Bawean, Jawa Timur. Seperti yang diutarakan Pangkohanudnas Marsda TNI Wresniwiro didamping Kepala Staf Kohanudnas Marsma Ida Bagus Sanubari dalam konferensi pers hari ini, kedua pesawat F-16 diperintahkan terbang untuk mengidentifikasi visual dari pesawat misterius tadi.

Dalam misi pencegatan itu, F-16 TS-1603 dipiloti Kapten Pnb Ian dan Kapten Pnb Fajar dengan kode Falcon 1. Sementara TS-1602 diterbangkan Kapten Pnb. Tonny dan Kapten Pnb Satriyo callsign Falcon 2. Bertindak sebagai leader Kapten Ian. Setiap pesawat dilengkapi dua rudal AIM-9P4 dan 450 butir amunisi kaliber 20mm.

Insiden yang hampir menjurus kepada kontak senjata itu terjadi setelah radar sipil di Bandara Ngurah Rai, Bali, mendeteksi gerakan mencurigakan sejumlah pesawat di barat laut Pulau Bawean pada pukul 11.38 Wib. Ketinggian pesawat berada di 15.000-35.000 kaki dengan kecepatan 450 knot. Karena mencurigakan, pihak tower bandara segera menginformasikan kepada Panglima Komando Sektor (Pangkosek) Kohanudnas II dan saat itu juga langsung dimonitor Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), Jakarta.

Pangkosek segera memerintahkan radar Ngurah Rai dan Juanda, Surabaya memonitor dan menanyakan security clearance kepada Popunas. Oleh Popunas lalu mengecek seluruh perizinan terbang melintas wilayah Indonesia. Dari data yang ada, Kohanudnas menyimpulkan sementara bahwa pesawat asing adalah lima F-5 Tiger AU Singapura yang terbang feri dari Paya Lebar-Darwin-Amberley-Darwin-Paya Lebar.

Setelah terus memantau manuver kelima pesawat, sekitar pukul 13.00 dimonitor manuver yang tidak lazim dari kelima pesawat. Setelah itu, pesawat hilang dari pantauan radar Kohanudnas dan radar sipil. Belakangan diduga kelima pesawat mendarat di kapal induk.

Tiba-tiba sekitar pukul 15.00 Wib, di layar pantau radar kembali muncul titik-tiik mencurigakan. Karena itu Pangkosek II meminta ijin Pangkohanudnas untuk mengindentifikasi menggunakan F-16 dari Lanud Iswahjudi, Madiun.

Dalam hitungan menit demi menit itu, segala persiapan dilakukan mulai dari permintaan ijin kepada Kasum TNI dan KSAU untuk menurunkan F-16 hingga menyiapkan penerbang (scramble). Tepat pukul 17.02, kedua F-16 yang baru saja kembali dari operasi militer di Aceh lepas landas dan langsung mengarah ke lokasi.

Dalam perjalanan ke lokasi target, kedua F-16 dituntun dari radar Surabaya. Dari radar Surabaya ketahuan posisi target misterius dan jumlahnya empat pesawat. Tidak lama kemudian, tiba-tiba datang lagi informasi bahwa dua target mengarah ke F-16.

Namun flight Falcon berusaha melakukan komunikasi dengan dua target yang mengarah ke mereka pada jarak 35 mil.

Dalam kontak visual inilah terjadi beberapa kejadian yang cukup menegangkan. Pada pukul 17.22 Wib misalnya, terjadi perang jamming (saling mengacak gelombang radar lawan) antara F-16 Falcon 1 dan target. Disinilah Falcon 1 dikunci oleh radar penuntun rudal milik target. Merasa dikunci, Falcon 1 segera membuat manuver menghindar. Dalam waktu sekian detik itulah, Falcon 1 bisa melihat bahwa target adalah dua F/A-18 Hornet AL AS. Falcon 2 berada pada posisi 2 mil dari Falcon 1 untuk mengawasi setiap gelagat target. Menurut staf operasi Popunas, kedua F-16 sempat berada dalam posisi terjepit di antara kelima F/A-18.

Ketegangan belum berhenti. Sekitar pukul 17.30, Falcon 1 terlibat close manuver dengan 2 Hornet karena Hornet mengambil posisi menyerang dan mengancam. Sementara Falcon 2 mengambil posisi support fighter. Disinilah Falcon 1 melihat sebuah kapal induk, dua fregat, dan sebuah tanker mengarah ke timur.

Rupanya target belum puas. Sebuah Hornet terlihat menjauh lalu kembali terlibat close manuver dengan Falcon 2. Saat bersamaan Falcon 1 juga terjebak close manuver dengan dua Hornet. Saat inilah Falcon 2 membuat manuver rocking wing untuk menunjukkan bahwa F-16 tidak dalam posisi mengancam. Pada saat ini pula Falcon 1 dapat berkomunikasi dengan armada Hornet.

“Pada kesempatan inilah mereka memberikan info bahwa mereka dari US Navy yang terdiri dari beberapa kapal perang yang membawa dan sudah memiliki ijin lintas,” jelas Wresniwiro. Menurut pantauan Angkasa, sepertinya kelima pesawat tengah melakukan combat air patrol (CAP) rutin untuk mengamankan armada yang tengah bergerak. Kedua penerbang TNI AU juga menyampaikan bahwa mereka tengah mengidentifikasi keberadaan kelima pesawat yang melintasi ALKI itu. Barulah setelah kedua pesawat saling berkomunikasi dan saling memahami, Hornet terbang menjauh dan mendarat di kapal induk yang sampai hari ini belum diketahui dari jenis apa.

Masih menurut Wresniwiro, armada AL AS tadi memang benar telah punya ijin. “Hanya saja datanya belum sampai ke Kohanudnas ketika peristiwa itu terjadi,” ujarnya. Seperti diberitakan Kompas hari ini, kehadiran Hornet-Hornet tadi dengan manuver-manuver latihan perang juga dipergoki radar dari pesawat penumpang B737 milik Bouraq.

Lantaran jet-jet tempur ini bermanuver di ketinggian antara 15.000-35.000 kaki maka hal ini dirasa mengganggu jalur penerbangan sipil. Alhasil, pesawat Bouraq ini memberikan laporan kepada Bandara Ngurah Rai untuk klarifikasi dan kemudian diteruskan ke Mako Kohanudnas, Jakarta.

Hingga sore ini sekitar pukul 15.00 Wib, posisi armada AL AS yang terus dipantau Kohanudnas berada di sekitar pulau Lombok.(avi/ben)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: