Posted by: ristantoadi | February 21, 2009

bagaimana cara google bekerja ?

Begitu user telah mengentri data apa yang ingin di cari pada teks boks Queries. Sekarang User akan memilih Google Search. Click!

Nah, ketika di klik. Query yang di masukkan itu akan langsung terkirim ke pusat Cluster (pusat segala bahasa Google Search tepatnya), lalu mengecek, query yang di masukkan user ini berbahasa apa? Indonesia? English? Spanyol? Jepang? atau bahkan bahasa Jawa? Bahasa isiXhosa? isiZulu? semuanya ada databasenya!

Setelah server di query di temukan, maka server itu akan mengajukan banding ke server lanjutnya!

Server Cluster di Manhattan bukan main canggihnya.

Sebuah komputer kecil sekali, sebesar sebuah Hardrive. Atau biasanya di sebut MiniPC, di tata sedemikian rupa dalam sebuah rak.

Satu rak terdapat sekitar 80-komputer menurut data yang blogywalkie terima. Dan setiap ruangan Server Cluster di Manhattan (ruangannya ada banyak: ruangan Indonesia, ruangan Inggris, ruangan Afrika, ruangan Jepang, jadi setiap negara punya satu ruangan), terdapat 250 rak.

Nah tinggal hitung, berapa jumlah komputer di setiap ruangan negara. 250 rak dikalikan dengan jumlah miniPC super canggih setiap raknya yang berisi 80 miniPC. Di total, sehingga 250 dikalikan dengan 80 terdapat 20.000 miniPC. Sehingga SETIAP ruangan memiliki 20.000 miniPC yang siap untuk men-database Query!

Server (Googlebytes) dengan hardisk Petabyte!

Mungkin, hardisk kita berukuran Gigabyte. Dan beberapa dari kita yang beruntung. Dapat memiliki Hardisk dengan ukuran TeraByte (1000 kalinya Gigabyte).

Kita tidak pernah membayangkan. Google memiliki server 200 PetaByte!!!

Wow… bayangkan saja. Jika kita memiliki iPod dengan ukuran 1 PetaByte ‘saja’. Maka kita bisa memutar lagu sebanyak 200 juta dalam satu iPod. Bahkan lagu-lagu itu bisa datang dari seluruh dunia, dan tidak akan terisi penuh (Setidaknya menyisahkan sekita 500 mb).

Dan satu PetaByte sama dengan 1000 kalinya TeraByte. Jika ada 200 PetaByte maka sama dengan 200.000 TeraByte. Dan satu TeraByte sama dengan 1000 kalinya GigaByte. Sehingga, 200.000 GigaByte sama dengan 200.000.000 TeraByte alias 200 juta GigaByte.

Jika kita memiliki hardisk dengan ukuran 200.000.000 GB, maka kita bisa mengkopi seluruh data yang kita punya. Kita bisa mengkopi seluruh data di Indonesia, Jepang, Cina, Korea, dan lain sebagainya. Bahkan data dari seluruh Dunia. Kalau perlu, data dari planet Mars. Hehe

Nah… pertanyaannya. Untuk apa Google memiliki server dengan ukuran PetaByte-PetaByte-an Gitu??

Gampang… untuk Cache. Untuk Tembolok!

Jadi, setiap pengunjung mengunjungi situs dalam jangka Interval tertentu. Maka Google Bot akan langsung mengkopi situs itu dalam sebuah Server dengan ukuran 200 PetaByte itu!

Itulah mengapa ada fungsi Cache dan Tembolok. Dan dari mana fungsi itu berada. Jadi, meskipun semisal situs kita nanti telah Off. Alias kita sudah medelete situs kita tersebut, pengunjung masih bisa mengunjungi versi ‘kopi’ dari data tersebut. Dengan mudah!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: